ReZa

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Tuesday, 8 February 2011

Communication Manager

Posted on 07:32 by Unknown
      Communication Manager : Komunikasi antara threads berkait dengan proses yang berbeda pada suatu komputer yang sama. Beberapa kernel juga mendukung komunikasi antara thread pada proses jarak jauh. Kernel lain tidak mempunyai pemikiran dari komputer lain untuk membangun ke dalamnya, dan suatu servis tambahan yang diperlukan untuk komunikasi eksternal.

      Suatu threads adalah abstraksi sistem operasi dari suatu aktivitas.
Sedangkan Kernel adalah suatu program yang dibedakan oleh fakta bahwa itu selalu berjalan dan kodenya dieksekusi dengan akses perlakuan khusus untuk sesumber fisik pada komputer hostnya. Secara khusus hal itu dapat mengendalikan unit manajemen memori dan menetapkan processor register sehingga tidak ada kode  lain yang  boleh mengakses  sesumber fisik mesin kecuali dengan  jalan  yang  bisa diterima.
Kebanyakan pengolah mempunyai suatu mode register perangkat keras yang menentukan apakah instruksi  mana  yang dapat dieksekusi. Suatu kernel memproses  eksekusi  dengan processor dalam mode supervisor.
Kernel juga menetapkan  ruang alamat untuk melindungi dirinya sendiri dan proses  lain dari proses yang menyimpang. Suatu ruang alamat adalah suatu koleksi kumpulan range lokasi virtual memori. Suatu proses tidak bisa mengakses memori di luar ruang alamatnya. Ketika suatu proses mengeksekusi kode aplikasi, ia mengeksekusi dalam suatu user-level untuk aplikasi tersebut.
     
     Supervisor : Pengiriman interrupt, sistem yang sering disebut perangkap dan pengecualian lainnya :
kendali  manajemen  unit memori dan tempat  hardware caches pengolah dan  manipulasi floating point unit register.
     
    Fungsi dari communication manager ialah untuk mengaktifkan dan menonaktifkan saluran komunikasi atau proses yang sedang berlangsung pada suatu sistem operasi.
Read More
Posted in | No comments

Saturday, 27 November 2010

PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) IRAN SUDAH AKTIF

Posted on 09:59 by Unknown



 Iran pada Sabtu (27/11/2010) mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dibangun oleh Rusia di Bushehr telah mulai beroperasi, menjelang putaran baru perundingan dengan pihak Barat mengenai program nuklir kontroversial negara itu.

 Tanpa ada propaganda dan kerepotan kami menyegel tutup reaktor dan semua batang bahan bakar sudah berada di dalam inti reaktor, kata kepala program nuklir Iran Ali Akbar Salehi seperti yang dikutip kantor berita Fars.

Salehi mengatakan otoritas di negara itu memperkirakan bahwa listrik yang dihasilkan di PLTN Bushehr akan terhubung dengan jaringan listrik nasional dalam satu atau dua bulan.

Iran mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan PLTN yang telah dibangun sejak 1970-an di sebelah selatan kota pelabuhan Bushehr sebelum akhirnya disempurnakan oleh Rusia untuk memenuhi permintaan listrik Iran.

Namun pemerintah Barat menuduh program nuklir Iran adalah topeng untuk menutupi program peningkatan kapasitas persenjataan nuklir, ambisi yang terus dibantah oleh Teheran.

Pengumuman Salehi tersebut datang menjelang negosiasi yang tampaknya akan dilanjutkan antara negara-negara kuat dunia dengan Iran mengenai program nuklir kontroversial Teheran di Jenewa pada 5 Desember.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan pada pekan ini bahwa ia menerima "konfirmasi tidak resmi" dari Iran mengenai tanggal dan lokasi pembicaraan, "namun saya ingin suatu konfirmasi resmi."

Iran dan enam negara dunia --Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman-- telah setuju untuk kembali ke meja perundingan untuk pertama kali sejak Oktober 2009, namun kedua pihak berbeda pendapat mengenai isu yang akan diangkat.

Kuasa-kuasa dunia ingin fokus pembicaraan mengenai program pengayaan uranium Iran namun Teheran ingin diskusi lebih meluas termasuk membicarakan isu keamanan regional.

Iran terkena empat sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa namun menolak untuk menangguhkan program nuklirnya, proses sensitif yang dapat digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir atau bila pengolahannya ditingkatkan dapat menjadi inti bom atom.

Bulan lalu, Iran mengatakan pihaknya telah mulai mengisi bahan bakar --disediakan oleh Moskwa yang juga menyuplai bahan bakar yang habis-- ke inti reaktor pembangkit Bushehr, tindakan yang membuat fasilitas tersebut lebih dekat lagi untuk menghasilkan nuklir setelah beberapa dasawarsa penundaan.
Iran mulai mengirimkan bahan bakar ke fasilitas tersebut pada 21 Agustus, proses yang digambarkan sebagai "peluncuran fisik" dari PLTN.

Pada 4 Oktober, Salehi mengatakan PLTN akan siap menghasilkan listrik pada Januari, dua bulan lebih lambat sebelum pengumuman sebelumnya.

Proses untuk mengisi bahan bakar sedikit tersendat yang disebut Salehi diakibatkan oleh "cuaca yang sangat panas" di Bushehr.

Awal Oktober, Salehi mengatakan kebocoran kecil di kolam dekat reaktor Bushehr telah menunda dimulainya operasi PLTN dan empat hari lalu, ia juga kembali mengulang bantahan yang sebelumnya dinyatakan pejabat Iran mengenai ’worm’ komputer yang hebat, Stuxnet, sedang mengacaukan program nuklir Iran.

  Kutipan :  http://internasional.kompas.com/read/2010/11/27/18232945/PLTN.Iran.Sudah.On

Read More
Posted in | No comments

Friday, 26 November 2010

Tujuan Dari Pembuatan Daftar Pustaka , Kutipan Serta Catatan Kaki

Posted on 03:46 by Unknown
Dalam sebuah penulisan ilmiah terdapat beberapa referensi yaitu daftar pustaka, kutipan dan juga catatan kaki. Berikut beberapa tujuan dari ketiga hal tersebut:

Tujuan Daftar Pustaka (Bibliografi)
Memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan
Sebagai pelengkap, karna bila seseorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka.
Dalam daftar pustaka terdapat keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah tersebut
Tujuan Kutipan
Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
Sebagai penjeasan
Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan
Tujuan Catatan Kaki (footnote)
Catatan kaki dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku
Dapat juga sebagai penghargaan terhadap orang lain yang mungkin berjasda dalam penulisan tersebut
Perbedaan ketiganya adalah Melalui kutipan-kutipan tersebut, penulisan kita terkait dengan penemuan-penemuan atau teori-teori yang telah ada. dan referensi catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan yang dipergunakan dalam teks. sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat dimana pembaca menemukan pernyataan itu. Sebaliknya daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang majalah atu buku secara keseluruhan . karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka saling tumpang tindih satu sama lain
Read More
Posted in | No comments

Sunday, 31 October 2010

Pentingnya ragam ilmiah dalam penulisan ilmiah

Posted on 03:21 by Unknown
  
     Pada penulisan ilmiah, bahasa sering di artikan sebagai buah hasil dari pengamatan, penelitian, tinjauan, sistematika penulisan, isi, fakta, serta kebenarannya dapat dibuktikan dan di pertanggungjawabkan. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Ini  adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai  sosial.
    Bahasa indonesia sering dikenal sebagai bahasa aglunitatif. Artinya, kosakata dalam bahasa indonesia dapat ditambah dengan bentuk lain, yaitu imbuhan. fungsi dari imbuhan adalah merubah makna dan bentuk dasar kata yang dilekati imbuhan itu. Karena sifat itulah, imbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa indonesia. Kemampuan berbahasa indonesia yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah karena bahasa merupan sarana komunikasi ilmiah pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sulit bagi ilmuan untuk mengungkapkan gagasan kepada pihak lain. Dengan bahasa sebagai alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi juga argumentasi, dimana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.
     Ragam bahasa terdiri atas dasar media/sarana, penutur, dan pokok persoalan. Atas dasar media, ragam bahasa tediri atas ragam bahasa lisan dan tulis. Atas dasar penuturnya, terdapat beberapa ragam dialek, terpelajar, resmi dan takresmi. Dari segi pokok permasalahan, ada berbagai ragam antara lain ilmu, hukum, niaga, jurnalistik dan fakta.  Ragam bahasa dalam konsep ilmiah hendaknya mengikuti ragam bahasa yang penuturnya adalah terpelajar dalam bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ini mengikuti kaidah bahasa baku untuk menghindari ketaksaan atau ambiguitas makna karena ragam bahasa ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa dalam konsep ilmiah diusahakan tidak mengandung bahasa yang sifatnya kontekstual seperti ragam bahasa jurnalistik. Tujuannya adalah agar karya tersebut dapat tetap dipahami oleh pembaca yang tidak berada dalam situasi atau konteks saat karya tersebut diterbitkan.



Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam karya tulis ilmiah berupa penelitian yaitu:
  1. Bermakna isinya
  2. Jelas uraiannya
  3. Berkesatuan yang bulat
  4. Singkat dan padat
  5. Memenuhi kaidah kebahasaan
  6. Memenuhi kaidah penulisan dan format karya ilmiah
  7. Komunikatif secara ilmiah
Aspek komunikatif (keefektifan) hendaknya dicapai pada tingkat kecanggihan yang diharapkan dalam komunikasi ilmiah. Oleh karena itu, karya ilmiah tidak selayaknya membatasi diri untuk menggunakan bahasa (struktur kalimat dan istilah) popular khususnya untuk komunikasi antarilmuwan. Karena makna simbol bahasa harus diartikan atas dasar kaidah baku, karya ilmiah tidak harus mengikuti apa yang nyatanya digunakan atau popular dengan mengorbankan makna yang seharusnya. Bahasa keilmuan tidak selayaknya mengikuti kesalahkaprahan.
Pemenuhan kaidah kebahasaan merupakan ciri utama dari bahasa keilmuan. Oleh karena itu, aspek kebahasaan dalam karya ilmiah sebenarnya adalah memanfaatkan kaidah kebahasaan untuk mengungkapkan gagasan secara cermat. Kaidah ini menyangkut struktur kalimat, diksi, perangkat peristilahan, ejaan, dan tanda baca.


MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH
Topik adalah pokok masalah yang akan dibahas dengan syarat berikut ini:
Problematis artinya menuntut pemecahan masalah, tidak hanya membicarakan sesuatu tetapi harus mencari pemecahan masalah. Dengan kata lain, sebuah topik tidak hanya dideskripsikan, tetapi dianalisis dan dicari solusinya sampai pada akhirnya ditegaskan pada simpulan dan bila perlu diusulkan dengan saran. Misalnya, topik pengembangan industri kayu. Di sini kita tidak hanya berbicara apa dan bagaimana perkembangan industri kayu itu. Akan tetapi, kita harus mencari upaya apa yang harus ditempuh untuk mengembangkan industri kayu sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat.
Terbatas maksudnya pokok bahasan tidak terlalu melebar jauh sehingga penulis tidak mungkin mengkajinya dan data tak mungkin diperoleh. Topik yang terlalu luas harus dibatasi dengan pembatasan substansi, lokasi, waktu dsb. Misalnya, urusan penanggulangan pencemaran harus dibatasi pencemaran apa , misalnya, limbah, lalu limbah apa misalnya limbah rumah sakit. Pada judul dapat dibatasi lagi dengan menambahkan lokasinya dimana. Dengan pembatasan demikian, penulis dapat mengkaji dan membahas masalah tersebut secara mendalam dan tuntas dengan data yang jelas dapat diperoleh. Dengan demikian, karangan itu memenuhi salah satu ciri karangan ilmiah.
Syarat lain yang tak kurang pentingnya adalah topik itu menarik, penting, aktual, dan data dapat diperoleh baik data literatur maupun lapangan.
Tema adalah topik yang sudah jelas mengandung tujuan. Contoh: jika topik penanggulangan pencemaran udara disertai tujuan menanggulangi pencemaran udara dengan mengurangi emisi kendaraan bermotor maka temanya : penanggulangan pencemaran udara melalui pengurangan emisi kendaraan bermotor.


Tata Bahasa


1) Bahasa Indonesia Benar dengan Baik
Bahasa yang digunakan akan dikatakan baik jika maksud yang diungkapkan dapat dipahami dengan tepat oleh orang yang menerima bahasa tersebut. Dengan kata lain, bahasa yang baik adalah bahasa vang efektif dalarn menvampaikan suatu maksud. Bahasa vang baik tidak selalu harus ragam baku.

2) Syarat Kebahasaan
1.   Baku
2.   Logis
3.   Kuantitatif
4.   Tepat
5.   Denotatif
6.   Ringkas
7.   Runtun

3) Ejaan
Ejaan ialah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran melalui huruf, menetapkan tanda-tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menggabungkan kata. Lingkup pembahasan dalam ejaan meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1.  Pemakaian Huruf
  a)   Huruf Kapital
        Huruf kapital tidak identik dengan huruf besar meskipun istilah ini biasa diperlawankan dengan huruf kecil.
  b)   Huruf Miring
  Sebuah huruf,  kata, atau kalimat ditulis dengan huruf miring untuk membedakan dari huruf, kata, atau kalimat   lain dalam sebuah kata, kalimat, paragraf, atau karangan utuh.
  2.   Penulisan Kata
  3.   Penulisan Unsur Serapan
  4.   Pemakaian Tanda Baca
  Pemakaian tanda baca dalam kalimat sangat penting bukan hanya untuk ketertiban gramatikal, melainkan juga   bagaimana gagasan yang dikemukakan bisa tersampaikan dengan baik. Pemakaian tanda baca adalah salah     satu cara untuk menghindari kesalahpahaman tersebut.
  5.   Penomoran
  Dalam memberikan nomor, harus diperhatikan hal-hal berikut;
  1.    Romawi kecil
  2.    Romawi Besar
  3.    Penomoran dengan Angka Arab
  4.    Letak Penomoran
  Setiap penomoran yang bertuliskan dengan huruf kapital, nomor halaman diletakkan atau  berada di tengah-     tengah, sedangkan untuk nomor selanjutnya berada di tepi batas (pias) kanan atas.
  5.    Sistem Penomoran

Sumber :

 http://obyramadhani.wordpress.com/2009/10/21/10/

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/agus_buku_ajar.pdf
Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 7 September 2010

Gunung Sinabung Kembali Meletus

Posted on 13:26 by Unknown


MEDAN(SINDO) – Gunung Sinabung di Brastagi, Sumatera Utara,kemarin sekitar pukul 00.23 WIB kembali meletus.Letusan kali ini terbesar sejak gunung tersebut bergejolak pada akhir Agustus lalu.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menuturkan, suara gemuruh dan getaran akibat pelepasan energi Gunung Sinabung dapat didengar dan dirasakan hingga di luar radius 6 km, yakni daerah yang masuk dalam status awas. “Letusan energi yang dilepaskan lebih besar dari sebelumnya. Debu yang dikeluarkan lebih tinggi sekitar 5.000 meter ke atas dari bibir kawah, mengarah condong ke tenggara. Suara gemuruh dan getaran juga lebih besar dan lama dari sebelumnya, selama 15 menit,” ungkap Surono di Posko Pemantauan PVMBG Gunung Sinabung sesaat setelah kejadian. Letusan tersebut membuat beberapa warga Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat panik.

Mereka yang terlelap langsung terjaga dan bersiap untuk evakuasi. Kondisi kemarin dini hari diperparah dengan hujan yang mengguyur wilayah sekitar gunung. Semburan debu dan suara letusan ditambah suara rintik hujan membuat warga tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang lebih buruk terjadi. Surono menjelaskan hujan deras yang turun menyebabkan daerah sekitar Gunung Sinabung dilanda hujan debu. Sebelum letusan terjadi,Gunung Sinabung sudah menunjukkan tanda-tanda akan pelepasan energi. Letusan yang terjadi memberikan tandatanda meningkatnya jumlah gempa vulkanik pada Senin (6/9) malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB.

“Selanjutnya, sekitar pukul 00.23 WIB hingga 00.38 WIB, terjadi erupsi, yakni suara letusan dan debu,”jelasnya. Akibat hujan debu yang berlangsung sekitar 5 jam, lahan dan tanaman warga serta jalan menuju Desa di Kecamatan Simpang Empat ditutupi debu tebal.Tedy, 27,warga Jalan Veteran,mengakui bahwa letusan yang terjadi kemarin dini hari membuat dirinya terbangun dari tidurnya.Terlebih, suara letusan diiringi getaran yang cukup terasa dan lama. Bahkan ia mengakui, suara gemuruh dan getaran kali ini terasa lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

“Dengar juga suara gemuruh dan getaran sampai sini (Kaban Jahe).Langsung terbangun dan saya keluar rumah, takut ada apa-apa,”ujarnya. Adapun sesaat setelah letusan terjadi,aliran listrik di Kecamatan Simpang Empat mengalami pemadaman total.Manajer PLN Brastagi Hendri Sitio menuturkan, terjadinya pemadaman tersebut akibat debu letusan Gunung Sinabung yang menempel di salah satu trafo Kecamatan Simpang Empat. Hal ini membuat terjadinya gangguan korsleting listrik dan menyebabkan trafo terbakar. Dia menambahkan,listrik baru kembali normal pada Selasa (7/9) pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB.

“Komponen yang terbakar sudah diganti dan listrik sudah normal kembali. Meski belum semua karena masih proses pemulihan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya. (haris dasril)
Read More
Posted in | No comments

Friday, 13 August 2010

Solar Guru, Ponsel Tenaga Surya Pertama di Dunia

Posted on 23:12 by Unknown

SAMSUNGkembali mencetak prestasi unik. Vendor asal Korea Selatan itu meluncurkan ponsel tenaga surya pertama di dunia bernama Solar Guru di India. Lengkapnya, ponsel tersebut diberi nama Solar Guru Samsung E1107. Samsung mengklaim baterai ponsel ini dapat terisi penuh jika diisi ulang dengan sinar matahari selama 40 jam tanpa henti. Jika hanya diisi ulang selama satu jam ponsel ini mampu melayani panggilan selama 5–10 menit. Sementara, kehadiran Solar Guru memang sangat mengejutkan.
Sebab, Samsung sebelumnya telah berjanji akan meluncurkan Samsung Blue Earth yang memang akan jadi ponsel tenaga surya pertama di dunia. Ponsel itu sendiri sudah diperkenalkan Februari lalu. Namun, Samsung justru memproduksi Solar Guru lebih dulu. Samsung E1107 memiliki spesifikasi yang mirip dengan Samsung E1100 dengan tambahan fitur radio FM.
Fitur lainnya yang ditawarkan antara lain layar CSTN 1.52 inci dengan 62k warna, dualbandGSM, ringtoneMP3, flashlight, Mobile Tracker, dan baterai 800mAh. Samsung E1107 juga memiliki fasilitas khusus yang diberi nama Mobile Prayer. Fasilitas ini berupa doa dan wallpaper religius yang akan disesuaikan dengan agama mayoritas di negara tempat telepon seluler itu dijual. (wahyu sibarani)
 
 
Read More
Posted in | No comments

13 kasus ledakan elpiji di jakarta barat

Posted on 23:08 by Unknown
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat mencatat sejak awal tahun 2010 sudah terjadi 13 kali kebakaran yang disebabkan karena kebocoran tabung gas elpiji di wilayah tersebut.
Kasie Operasional Sudin Damkar dan PB Jakarta Barat, Endang Choiruddin menuturkan kejadian itu membuat 14 orang luka bakar berat dan sembilan luka bakar ringan.
“Kasus ledakan di Tanjung Duren Selatan merupakan kasus dengan korban terbanyak,” kata Endang Choirudin di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, ledakan tabung gas yang melukai 10 warga dan menghanguskan sebuah rumah kontrakan di Jalan Mandalika 1 RT 06/06 Kelurahan Tanjungduren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menambah panjang daftar kasus ledakan tabung gas ukuran tiga kilogram.
“Sejak Bulan Januari-Juli 2010 kurang lebih telah terjadi 13 kali kebakaran yang disebabkan kebocoran tabung gas 3 kilogram,” katanya.
Rentetan ledakan gas elpiji sepanjang Bulan Januari hingga Juli 2010 mengakibatkan 14 orang luka bakar berat dan sembilan orang luka bakar ringan. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Kasus di Tanjung Duren Selatan yang memakan korban luka terbanyak. Sementara kasus di tempat lain hanya sampai dua orang,” ujar Endang.
Kasus meledaknya gas elpiji 3 kilogram di Tanjung Duren Selatan ini, seperti kasus serupa terjadi di Meruya Selatan Kecamatan Kembangan dan Kedaung Kaliangke Kecamatan Cengkareng beberapa bulan yang lalu.
Sementara itu, Lurah Tanjung Duren Selatan, Hasyim mengatakan korban gas elpiji di Jalan Mandalika 1, Tanjung Duren tinggal di satu rumah kontrakan.
Rata-rata mereka pedagang bubur ayam yang hendak menyiapkan dagangannya. Sebanyak 10 korban yang dirawat di RS Sumber Waras akan dikoordinasikan dengan pihak Pertamina terkait dengan bantuan biaya medis.
“Kita sedang mendata untuk disampaikan ke Pertamina untuk meminta bantuan biaya perawatan terhadap korban ledakan elpiji,” ujarnya. [ant]
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • 3rd: Complement
    1. Definition of Complement A complement is any word or phrase that completes the sense of a  subject , an object , or a  verb . In other wo...
  • 7th Transitive Verb
    What is A Transitive Verb? Look at these sentences. He  met  her yesterday. She  wrote  a story last year. Rust  destroys  iron. In these se...
  • Beberapa Teknik Pengumpulan Data
    Dalam sebuah penulisan ada beberapa teknik pengumpulan data, antara lain : 1. Teknik Observasi      Observasi adalah pengamatan langsung sua...
  • 6th Passive Voice
    Passive voice is a sentences where the subject is done by the object. Passive voice is usually used when the objects from active voice are m...
  • Ciri-Ciri Karya Non-ilmiah Dan Macam
    1. Karya non-ilmiah Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penuli...
  • 10th Conditional Sentence
    In daily life, sometimes we wish something. For example, If you accept me as your boyfriend, I will love you forever. If I’m rich, I will ma...
  • Abstraksi
    Abstrak merupakan ringkasan suatu paper yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apa tujuan dari penelitia...
  • Ciri-Ciri Karya Ilmiah Dan Macamnya
    Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah di...
  • 1st: Subject And Verb agreement
    The subject and verb must agree in number: both must be singular, or both must be plural. Problems occur in the present tense because one mu...
  • 2nd: Verb
    Verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga untuk menunjukkan keadaan. Ver...

Categories

  • i-robot
  • Manajemen Proyek dan Resiko

Blog Archive

  • ▼  2012 (1)
    • ▼  April (1)
      • Toefl Skill
  • ►  2011 (20)
    • ►  November (11)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (1)
  • ►  2010 (22)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (3)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile