ReZa

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Monday, 7 March 2011

Ciri-Ciri Karya Ilmiah Dan Macamnya

Posted on 08:27 by Unknown
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
1. Hakikat Karya Ilmiah
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
2. Ciri – cirri Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. , sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
3. Macam-macam Karya Ilmiah
Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.

Contoh kata ilmiah kata popular :
analogi kiasan
anarki kekacauan
bibliografi daftar pustaka
biodata biografi singkat
definisi batasan
diskriminasi perbedaan perlakuan
eksentrik aneh
final akhir
formasi susunan
format ukuran
friksi bagian, pecahan
indeks penunjuk
konklusi kesimpulan
kontemporer masa kini, mutakhir
kontradiksi pertentangan
menganalisa menguraikan
prediksi ramalanpasien orang sakit
Read More
Posted in | No comments

Ciri-Ciri Karya Non-ilmiah Dan Macam

Posted on 08:26 by Unknown
1. Karya non-ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

2. Macam-macam karya non-ilmiah
2.1 Dongeng
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern.
2.2 Cerpen
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
2.3 Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italianovella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".
Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
2.4 Drama
Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan". Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

3. Ciri-Ciri Karya non-Ilmiah
Ciri-ciri karya non-ilmiah biasanya bersifat:
3.1.Non Teknis Konkrit :Informatif, bernada populer, imajinatif,dll
3.2.Teknis Umum :Informatif,umum, tidak untuk kepentingan pribadi,masalah
secara umum,tidak ada ajakan emosional,konkrit,dll.
3.3.Abstrak normal :Informatif, umum, non teknis,Tidak untuk kepentingan
pribadi, populer,dll.
3.4.Spesifik Historis : spesifik,sumber sejarah, bahasa dan susunan formal,dll.
3.5.Emotif : sedikit informasi, tidak sistematis,dll
3.6.Persuasif : cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti,
bujukan untuk meyakinkan pembaca,dll
3.7.Deskriptif : Informasi sebagian imajinatif dan subyektif,pendapat
pribadi, nampaknya dapat dipercaya.
3.8.Kritik : Tanpa dukungan bukti :tidak memuat informasi spesifik,
berprasangka menguntungkan, formal,dll.
Read More
Posted in | No comments

Penalaran Deduktif

Posted on 08:22 by Unknown
Proses bernalar atau penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran tersebut. disini akan dibahas mengenai Penalaran Induktif.

Penalaran Induktif
adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas  fakta-fakta yang bersifat khusus. prosesnya disebut induksi. Penalaran induktif merupakan generalisasi, analogi atau hubungan sebab-akibat.

Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan  sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa, yaitu dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data tersebut. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

contoh : 


Setelah melihat hasil nilai semester ganjil tahun ajaran 2010/2011, ternyata Reva mendapat nilai A untuk mata kuliah Elektronika lanjut, pemrograman devais fpga dan pengolahan sinyal digital. Nilai B untuk 2 mata kuliah lainnya. Boleh dikatakan, reva mendapat hasil yang memuaskan pada semester ganjil ini.

Analogi adalah penalaran induktif gengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, anda dapat menarik kesimpulan.

Contoh :

Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak. Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

Hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Pengertian lainnya, hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akubat.
 
contoh : 

Kemarau tahun ini cukup panjang. sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap airbanyak yang ditebang. disamping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Hubungan akibat-sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat. kemudian fakta iru dianalisis untuk diambil kesimpulan.

contoh :

Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak memuaskan. banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang hama. banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik. bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. semua itu akibat dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.

Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 8 February 2011

Communication Manager

Posted on 07:32 by Unknown
      Communication Manager : Komunikasi antara threads berkait dengan proses yang berbeda pada suatu komputer yang sama. Beberapa kernel juga mendukung komunikasi antara thread pada proses jarak jauh. Kernel lain tidak mempunyai pemikiran dari komputer lain untuk membangun ke dalamnya, dan suatu servis tambahan yang diperlukan untuk komunikasi eksternal.

      Suatu threads adalah abstraksi sistem operasi dari suatu aktivitas.
Sedangkan Kernel adalah suatu program yang dibedakan oleh fakta bahwa itu selalu berjalan dan kodenya dieksekusi dengan akses perlakuan khusus untuk sesumber fisik pada komputer hostnya. Secara khusus hal itu dapat mengendalikan unit manajemen memori dan menetapkan processor register sehingga tidak ada kode  lain yang  boleh mengakses  sesumber fisik mesin kecuali dengan  jalan  yang  bisa diterima.
Kebanyakan pengolah mempunyai suatu mode register perangkat keras yang menentukan apakah instruksi  mana  yang dapat dieksekusi. Suatu kernel memproses  eksekusi  dengan processor dalam mode supervisor.
Kernel juga menetapkan  ruang alamat untuk melindungi dirinya sendiri dan proses  lain dari proses yang menyimpang. Suatu ruang alamat adalah suatu koleksi kumpulan range lokasi virtual memori. Suatu proses tidak bisa mengakses memori di luar ruang alamatnya. Ketika suatu proses mengeksekusi kode aplikasi, ia mengeksekusi dalam suatu user-level untuk aplikasi tersebut.
     
     Supervisor : Pengiriman interrupt, sistem yang sering disebut perangkap dan pengecualian lainnya :
kendali  manajemen  unit memori dan tempat  hardware caches pengolah dan  manipulasi floating point unit register.
     
    Fungsi dari communication manager ialah untuk mengaktifkan dan menonaktifkan saluran komunikasi atau proses yang sedang berlangsung pada suatu sistem operasi.
Read More
Posted in | No comments

Saturday, 27 November 2010

PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) IRAN SUDAH AKTIF

Posted on 09:59 by Unknown



 Iran pada Sabtu (27/11/2010) mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dibangun oleh Rusia di Bushehr telah mulai beroperasi, menjelang putaran baru perundingan dengan pihak Barat mengenai program nuklir kontroversial negara itu.

 Tanpa ada propaganda dan kerepotan kami menyegel tutup reaktor dan semua batang bahan bakar sudah berada di dalam inti reaktor, kata kepala program nuklir Iran Ali Akbar Salehi seperti yang dikutip kantor berita Fars.

Salehi mengatakan otoritas di negara itu memperkirakan bahwa listrik yang dihasilkan di PLTN Bushehr akan terhubung dengan jaringan listrik nasional dalam satu atau dua bulan.

Iran mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan PLTN yang telah dibangun sejak 1970-an di sebelah selatan kota pelabuhan Bushehr sebelum akhirnya disempurnakan oleh Rusia untuk memenuhi permintaan listrik Iran.

Namun pemerintah Barat menuduh program nuklir Iran adalah topeng untuk menutupi program peningkatan kapasitas persenjataan nuklir, ambisi yang terus dibantah oleh Teheran.

Pengumuman Salehi tersebut datang menjelang negosiasi yang tampaknya akan dilanjutkan antara negara-negara kuat dunia dengan Iran mengenai program nuklir kontroversial Teheran di Jenewa pada 5 Desember.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan pada pekan ini bahwa ia menerima "konfirmasi tidak resmi" dari Iran mengenai tanggal dan lokasi pembicaraan, "namun saya ingin suatu konfirmasi resmi."

Iran dan enam negara dunia --Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman-- telah setuju untuk kembali ke meja perundingan untuk pertama kali sejak Oktober 2009, namun kedua pihak berbeda pendapat mengenai isu yang akan diangkat.

Kuasa-kuasa dunia ingin fokus pembicaraan mengenai program pengayaan uranium Iran namun Teheran ingin diskusi lebih meluas termasuk membicarakan isu keamanan regional.

Iran terkena empat sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa namun menolak untuk menangguhkan program nuklirnya, proses sensitif yang dapat digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir atau bila pengolahannya ditingkatkan dapat menjadi inti bom atom.

Bulan lalu, Iran mengatakan pihaknya telah mulai mengisi bahan bakar --disediakan oleh Moskwa yang juga menyuplai bahan bakar yang habis-- ke inti reaktor pembangkit Bushehr, tindakan yang membuat fasilitas tersebut lebih dekat lagi untuk menghasilkan nuklir setelah beberapa dasawarsa penundaan.
Iran mulai mengirimkan bahan bakar ke fasilitas tersebut pada 21 Agustus, proses yang digambarkan sebagai "peluncuran fisik" dari PLTN.

Pada 4 Oktober, Salehi mengatakan PLTN akan siap menghasilkan listrik pada Januari, dua bulan lebih lambat sebelum pengumuman sebelumnya.

Proses untuk mengisi bahan bakar sedikit tersendat yang disebut Salehi diakibatkan oleh "cuaca yang sangat panas" di Bushehr.

Awal Oktober, Salehi mengatakan kebocoran kecil di kolam dekat reaktor Bushehr telah menunda dimulainya operasi PLTN dan empat hari lalu, ia juga kembali mengulang bantahan yang sebelumnya dinyatakan pejabat Iran mengenai ’worm’ komputer yang hebat, Stuxnet, sedang mengacaukan program nuklir Iran.

  Kutipan :  http://internasional.kompas.com/read/2010/11/27/18232945/PLTN.Iran.Sudah.On

Read More
Posted in | No comments

Friday, 26 November 2010

Tujuan Dari Pembuatan Daftar Pustaka , Kutipan Serta Catatan Kaki

Posted on 03:46 by Unknown
Dalam sebuah penulisan ilmiah terdapat beberapa referensi yaitu daftar pustaka, kutipan dan juga catatan kaki. Berikut beberapa tujuan dari ketiga hal tersebut:

Tujuan Daftar Pustaka (Bibliografi)
Memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah secara keseluruhan
Sebagai pelengkap, karna bila seseorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar pustaka.
Dalam daftar pustaka terdapat keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah tersebut
Tujuan Kutipan
Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
Sebagai penjeasan
Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan
Tujuan Catatan Kaki (footnote)
Catatan kaki dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku
Dapat juga sebagai penghargaan terhadap orang lain yang mungkin berjasda dalam penulisan tersebut
Perbedaan ketiganya adalah Melalui kutipan-kutipan tersebut, penulisan kita terkait dengan penemuan-penemuan atau teori-teori yang telah ada. dan referensi catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan yang dipergunakan dalam teks. sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat dimana pembaca menemukan pernyataan itu. Sebaliknya daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang majalah atu buku secara keseluruhan . karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka saling tumpang tindih satu sama lain
Read More
Posted in | No comments

Sunday, 31 October 2010

Pentingnya ragam ilmiah dalam penulisan ilmiah

Posted on 03:21 by Unknown
  
     Pada penulisan ilmiah, bahasa sering di artikan sebagai buah hasil dari pengamatan, penelitian, tinjauan, sistematika penulisan, isi, fakta, serta kebenarannya dapat dibuktikan dan di pertanggungjawabkan. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Ini  adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai  sosial.
    Bahasa indonesia sering dikenal sebagai bahasa aglunitatif. Artinya, kosakata dalam bahasa indonesia dapat ditambah dengan bentuk lain, yaitu imbuhan. fungsi dari imbuhan adalah merubah makna dan bentuk dasar kata yang dilekati imbuhan itu. Karena sifat itulah, imbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa indonesia. Kemampuan berbahasa indonesia yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah karena bahasa merupan sarana komunikasi ilmiah pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sulit bagi ilmuan untuk mengungkapkan gagasan kepada pihak lain. Dengan bahasa sebagai alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi juga argumentasi, dimana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.
     Ragam bahasa terdiri atas dasar media/sarana, penutur, dan pokok persoalan. Atas dasar media, ragam bahasa tediri atas ragam bahasa lisan dan tulis. Atas dasar penuturnya, terdapat beberapa ragam dialek, terpelajar, resmi dan takresmi. Dari segi pokok permasalahan, ada berbagai ragam antara lain ilmu, hukum, niaga, jurnalistik dan fakta.  Ragam bahasa dalam konsep ilmiah hendaknya mengikuti ragam bahasa yang penuturnya adalah terpelajar dalam bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ini mengikuti kaidah bahasa baku untuk menghindari ketaksaan atau ambiguitas makna karena ragam bahasa ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa dalam konsep ilmiah diusahakan tidak mengandung bahasa yang sifatnya kontekstual seperti ragam bahasa jurnalistik. Tujuannya adalah agar karya tersebut dapat tetap dipahami oleh pembaca yang tidak berada dalam situasi atau konteks saat karya tersebut diterbitkan.



Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam karya tulis ilmiah berupa penelitian yaitu:
  1. Bermakna isinya
  2. Jelas uraiannya
  3. Berkesatuan yang bulat
  4. Singkat dan padat
  5. Memenuhi kaidah kebahasaan
  6. Memenuhi kaidah penulisan dan format karya ilmiah
  7. Komunikatif secara ilmiah
Aspek komunikatif (keefektifan) hendaknya dicapai pada tingkat kecanggihan yang diharapkan dalam komunikasi ilmiah. Oleh karena itu, karya ilmiah tidak selayaknya membatasi diri untuk menggunakan bahasa (struktur kalimat dan istilah) popular khususnya untuk komunikasi antarilmuwan. Karena makna simbol bahasa harus diartikan atas dasar kaidah baku, karya ilmiah tidak harus mengikuti apa yang nyatanya digunakan atau popular dengan mengorbankan makna yang seharusnya. Bahasa keilmuan tidak selayaknya mengikuti kesalahkaprahan.
Pemenuhan kaidah kebahasaan merupakan ciri utama dari bahasa keilmuan. Oleh karena itu, aspek kebahasaan dalam karya ilmiah sebenarnya adalah memanfaatkan kaidah kebahasaan untuk mengungkapkan gagasan secara cermat. Kaidah ini menyangkut struktur kalimat, diksi, perangkat peristilahan, ejaan, dan tanda baca.


MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH
Topik adalah pokok masalah yang akan dibahas dengan syarat berikut ini:
Problematis artinya menuntut pemecahan masalah, tidak hanya membicarakan sesuatu tetapi harus mencari pemecahan masalah. Dengan kata lain, sebuah topik tidak hanya dideskripsikan, tetapi dianalisis dan dicari solusinya sampai pada akhirnya ditegaskan pada simpulan dan bila perlu diusulkan dengan saran. Misalnya, topik pengembangan industri kayu. Di sini kita tidak hanya berbicara apa dan bagaimana perkembangan industri kayu itu. Akan tetapi, kita harus mencari upaya apa yang harus ditempuh untuk mengembangkan industri kayu sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat.
Terbatas maksudnya pokok bahasan tidak terlalu melebar jauh sehingga penulis tidak mungkin mengkajinya dan data tak mungkin diperoleh. Topik yang terlalu luas harus dibatasi dengan pembatasan substansi, lokasi, waktu dsb. Misalnya, urusan penanggulangan pencemaran harus dibatasi pencemaran apa , misalnya, limbah, lalu limbah apa misalnya limbah rumah sakit. Pada judul dapat dibatasi lagi dengan menambahkan lokasinya dimana. Dengan pembatasan demikian, penulis dapat mengkaji dan membahas masalah tersebut secara mendalam dan tuntas dengan data yang jelas dapat diperoleh. Dengan demikian, karangan itu memenuhi salah satu ciri karangan ilmiah.
Syarat lain yang tak kurang pentingnya adalah topik itu menarik, penting, aktual, dan data dapat diperoleh baik data literatur maupun lapangan.
Tema adalah topik yang sudah jelas mengandung tujuan. Contoh: jika topik penanggulangan pencemaran udara disertai tujuan menanggulangi pencemaran udara dengan mengurangi emisi kendaraan bermotor maka temanya : penanggulangan pencemaran udara melalui pengurangan emisi kendaraan bermotor.


Tata Bahasa


1) Bahasa Indonesia Benar dengan Baik
Bahasa yang digunakan akan dikatakan baik jika maksud yang diungkapkan dapat dipahami dengan tepat oleh orang yang menerima bahasa tersebut. Dengan kata lain, bahasa yang baik adalah bahasa vang efektif dalarn menvampaikan suatu maksud. Bahasa vang baik tidak selalu harus ragam baku.

2) Syarat Kebahasaan
1.   Baku
2.   Logis
3.   Kuantitatif
4.   Tepat
5.   Denotatif
6.   Ringkas
7.   Runtun

3) Ejaan
Ejaan ialah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran melalui huruf, menetapkan tanda-tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menggabungkan kata. Lingkup pembahasan dalam ejaan meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1.  Pemakaian Huruf
  a)   Huruf Kapital
        Huruf kapital tidak identik dengan huruf besar meskipun istilah ini biasa diperlawankan dengan huruf kecil.
  b)   Huruf Miring
  Sebuah huruf,  kata, atau kalimat ditulis dengan huruf miring untuk membedakan dari huruf, kata, atau kalimat   lain dalam sebuah kata, kalimat, paragraf, atau karangan utuh.
  2.   Penulisan Kata
  3.   Penulisan Unsur Serapan
  4.   Pemakaian Tanda Baca
  Pemakaian tanda baca dalam kalimat sangat penting bukan hanya untuk ketertiban gramatikal, melainkan juga   bagaimana gagasan yang dikemukakan bisa tersampaikan dengan baik. Pemakaian tanda baca adalah salah     satu cara untuk menghindari kesalahpahaman tersebut.
  5.   Penomoran
  Dalam memberikan nomor, harus diperhatikan hal-hal berikut;
  1.    Romawi kecil
  2.    Romawi Besar
  3.    Penomoran dengan Angka Arab
  4.    Letak Penomoran
  Setiap penomoran yang bertuliskan dengan huruf kapital, nomor halaman diletakkan atau  berada di tengah-     tengah, sedangkan untuk nomor selanjutnya berada di tepi batas (pias) kanan atas.
  5.    Sistem Penomoran

Sumber :

 http://obyramadhani.wordpress.com/2009/10/21/10/

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/agus_buku_ajar.pdf
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • Solar Guru, Ponsel Tenaga Surya Pertama di Dunia
    SAMSUNGkembali mencetak prestasi unik. Vendor asal Korea Selatan itu meluncurkan ponsel tenaga surya pertama di dunia bernama Solar Guru d...
  • 7th Transitive Verb
    What is A Transitive Verb? Look at these sentences. He  met  her yesterday. She  wrote  a story last year. Rust  destroys  iron. In these se...
  • 3rd: Complement
    1. Definition of Complement A complement is any word or phrase that completes the sense of a  subject , an object , or a  verb . In other wo...
  • Beberapa Teknik Pengumpulan Data
    Dalam sebuah penulisan ada beberapa teknik pengumpulan data, antara lain : 1. Teknik Observasi      Observasi adalah pengamatan langsung sua...
  • Pengertian Design
    Otak atik blog ternyata masih banyak kekurangannya. Mencoba melengkapi so di tambah Otak Desain . Pgn membahas n berbagi semua hal tentang d...
  • 6th Passive Voice
    Passive voice is a sentences where the subject is done by the object. Passive voice is usually used when the objects from active voice are m...
  • Ciri-Ciri Karya Non-ilmiah Dan Macam
    1. Karya non-ilmiah Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penuli...
  • 10th Conditional Sentence
    In daily life, sometimes we wish something. For example, If you accept me as your boyfriend, I will love you forever. If I’m rich, I will ma...
  • resiko pada proyek teknologi informasi
    Resiko pada proyek teknologi informasi Risiko selalu melibatkan dua karakteristik : · Ketidakpastian – kejadian yang mena...
  • Abstraksi
    Abstrak merupakan ringkasan suatu paper yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apa tujuan dari penelitia...

Categories

  • i-robot
  • Manajemen Proyek dan Resiko

Blog Archive

  • ▼  2012 (1)
    • ▼  April (1)
      • Toefl Skill
  • ►  2011 (20)
    • ►  November (11)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (1)
  • ►  2010 (22)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (5)
    • ►  April (3)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile